MARKAS BARU

MARKAS BARU
Markas Baru
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Sekarang mari kita review film Hole, film horor yang baru saja saya tonton dan masih tayang di bioskop-bioskop Jakarta. Film yang saya tonton karena film yang lain sudah pada ditonton padahal lagi kepengen nonton #halah. Alhasil, nonton film horor di bioskop terjadi lagi, hal yang jarang yang saya lakukan :D

Film ini cukup menghibur karena mampu menghadirkan ketegangan yang lumayan membuat beberapa penonton menutup mata, kaget dan teriak histeris. Menghadirkan sosok-sosok horor yang untuk beberapa orang memang terlihat mengerikan, walaupun bagi sebagian orang mungkin biasa saja :D

Cerita ini mengisahkan tentang sebuah keluarga yang baru pindah ke kota kecil. Keluarga ini terdiri dari dua orang anak Dane (Chris Massoglia) dan Lucas Thompson (Nathan Gamble) dengan orang tua tunggal yaitu Ibunya, Susan (Teri Polo). Cerita berawal ketika mereka berdua menemukan sebuah lubang berpenutup yang tergembok di gudang bawah Rumah mereka. Lubang yang menimbulkan rasa penasaran karena seperti tak berdasar. Ditambah dengan seorang lagi yaitu gadis tetangga baru mereka Julie Campbell (Haley Bennett), mereka merasakan kejadian-kejadian aneh sesudah membuka lubang tersebut.

Seperti film-film holywood belakangan ini yang sering mengadaptasi hantu-hantu versi asia (lah hantu koq punya negara hihihi), maka di film ini juga kita temukan sedikit unsur horor Asia. Seperti sosok perempuan yang berjalan dengan tenang dan gontai yang tentu saja menimbulkan efek merinding. Kalo saya sih memang takut dengan horor versi Asia begini. Juga ditambah dengan penampakan makhluk-makluk lain, seperti clown puppet yang sering menjadi horor buat anak-anak, kalo yang ini hantu versi holywood deh (aduh spoiler gak sih nih :)), juga ada hantu lain yang akan muncul..

Sebenarnya ketika menonton film ini banyak hal missing yang kita temukan, seperti beberapa plot yang membingungkan. Kita akan beberapa kali berpikir "Kenapa begini, kan padahal begitu". Namun semua cukup bisa di maafkan, mengingat unsur horornya yang justru ditekankan. Yang saya suka dari film ini, horor yang dihadirkan juga tidak terlalu jor-joran bikin gak bisa napas karena filmnya juga tidak langsung membuka rahasia tentang lubang tersebut. Kita diajarkan sedikit-sedikit untuk memecahkan rahasianya lubang tersebut. Kita juga disuruh memahami, apa sih yang menyebabkan masing-masing tokoh film ini mengalami hal-hal tersebut. Film ini juga menyelipkan dialog-dialog komedi yang ringan, bikin kita juga sering tersenyum ketika menonton.

Walaupun terus terang saya agak kurang suka eksekusi akhirnya sih, tapi secara umum saya sih gak masalah dengan film ini. Tidak terlalu rugi juga sih nontonnya, maklum nontonnya di hari kerja jadi tiketnya gak mahal (kaya' orang susah yeee) dan ini juga genre yang kurang saya minati. So, silahkan saja menonton film ini kalau, film yang lain udah di tonton loh.. dan saya rasa film ini aman untuk anak-anak karena tidak memunculkan adegan kekerasan dan pornografi, justru ngajarin gimana cara mengatasi ketakutan. Btw, yang main di sini nge-gemesin semua deh..

Selamat Menonton!!
The Green Hornet adalah cerita yang ingin saya tonton di Februari ini, tentu saja karena digadang-gadang akan menjadi film yang sangat menarik, dimana film merupakan adaptasi dari serial televisi yang sangat populer jaman dulu banjeet. Walaupun sejujurnya saya tidak mengikuti sejarah The Green Hornet ini, mengingat produksi film itu udah lama cuuy :D
Beberapa hal yang saya ketahui dari film adalah bahwa pemeran Kato dulunya pernah diperankan oleh Bruce Lee yang akhirnya berhasil mengangkat popularitasnya di Holywood. Juga bahwa film ini memerlukan proses yang panjang dan berliku sehingga akhirnya dapat tersaji dengan manis di tahun ini.

Kesan saya sesudah menonton ini adalah "tak terdefenisikan" hueheheue penilaian yang gak jelas banget ya. Tapi ya bagaimana yaa, walaupun saya menonton dengan semangat, tetapi selalu merasa ada yang kurang di setiap aksi, jadi selalu merasa tidak terpuaskan. Seperti ada kalimat : "udah, segitu aja?!" di setiap scene.
Diperankan oleh Seth Rogen sebagai Britt Reid/The Green Hornet yang katanya juga ikut menulis naskah film ini, Reid adalah seorang "superhero dadakan" #halah, anak dari Pemilik perusahaan Media kaya-raya yang mendapat warisan harta berlimpah dari ayahnya yang meninggal tiba-tiba karna didiagnosa alergi sengatan lebah (ada yah alergi begitu).
Reid yang digambarkan seorang pemuda yang suka bersenang-senang dan tidak memiliki tanggung jawab, akhirnya berpikir untuk mewujudkan harapan waktu kecilnya untuk menjadi pembela kebenaran dan ingin punya eksistensi diri gitu. Si Reid ini digambarkan berwatak pecicilan orangnya suka ngomong, cerewet, ngalor ngidul.
Berteman dengan Kato yang diperankan oleh Jay Chou (penggemar drama asia pasti tau nih :)), kalo yang ini orangnya cool, gak banyak ngomong. Dia merupakan mekanis handal yang mampu menciptakan peralatan-peralatan yang dperlukan untuk mendukung aksi-aksi mereka.

Berlaku sebagai pahlawan yang penjahat, mirip-mirip Batman gitu kali yah. Yang keberadaan mereka menghakimi penjahat-penjahat jalanan kadang tidak disukai oleh sebagian kalangan. Hal ini juga dikarenakan ada aksi mereka di awal, yang menyebabkan mereka terlalu berandalan untuk di anggap pahlawan.
Cerita ini juga ditambah dengan semacam kisah intrik-intrik gitu deh. Ada beberapa bagian yang musti sedikit dipahami agak serius, pas bagian yang melibatkan kekorupan aparat negara, ada yang #menggayus gitu istilahnya :D

Baru ini nih yang saya rasakan saya cinta sama pendampingnya superhero daripada superheronya sendiri. Entah kenapa, ada yang kurang dari Seth Rogen. Seperti kurang berkharisma atau kurang apa yah. Lucu sih, bikin ketawa, tapi tetap aja "kurang" :D.
Agak berbeda dengan Kato, yang walaupun di sini cuma berperan seperti Robinnya Batman dan kemampuan bahasa inggrisnya yang masih rada aneh tapi justru karakternya lebih hidup, ditambah lagi dengan mempunyai skill yang lebih baik dari pada reid sendiri, Kato punya keahlian bisa beladiri, bisa bikin peralatan keren-keren dan bisa bikin kopi enak #ihik.

Sebenarnya satu hal lagi yang membuat ekspektasi saya berlebihan adalah, Sang Pemeran Antagonisnya yaitu Christoph Waltz yang berperan sebagai Benjamin Chudnofsky. Waltz yang sudah memberikan penampilan ciamiknya di Film Inglourious Basterds yang mendapat pujian dan penghargaan, agak mengecewakan di sini karena menurut saya karakter yang diberikan tidak terlalu kuat, seperti semacam pemain figuran karena kurang mendapatkan porsinya, malah dengan aksi-aksi konyol yang bikin gubrak!. walaupun sebenarnya aktingnya sudah cukup baik loh, masih dengan gaya nyebelin sok cool gitu.

Cameron Diaz berperan sebagai apa cit? aksesoris! yah cuma pemanis doang sih. Dan juga untuk menambahkan unsur cerita cinta segitiga antara Reid, Lenore dan Kato yang akhirnya jadi penyebab konflik yang akan menguji persahabatan Si Green Hornet ini dengan Pendamping setianya itu. Selepas itu, ya gak punya peran yang berarti, mungkin maksudnya buat nambahin yang bening-bening, bosen juga kali liat film isinya cowok semua :D

Mudah-mudahan film ini nanti akan tersaji lebih nikmat, lebih ngena, karakter Ried dan Katonya lebih memikat serta bisa lebih memuncul karakter-karakter lain yang menarik. Dan terutama cerita yang ditampilkan bisa lebih bikin greget. Dan mudah-mudah bisa bikin kita bertepuk tangan sesudah menontonnya... The Green Hornet, kamu pasti bisa.. aku padamyyyu..

Film yang merupakan adaptasi dari sebuah buku yang populer karya John Boyne, berdasarkan kepopuleran bukunya lah saya ingin menonton fillmnya. Namun karna belakangan diberodong oleh film-film box office, saya pun sempat melupakannya walaupun akhirnya berhasil menonton film ini dengan sempurna.. #halah.


Film ini mengisahkan tentang seorang anak berumur 8 tahun bernama Bruno di zaman rezim pemerintahan Hitler, dimana disini diceritakan bahwa dia adalah anak dari seorang komandan pasukan nazi yang dipindahkan untuk bertugas menjaga sebuah kamp penampungan tahanan Yahudi. Bruno yang tidak mengetahui tentang apakah tujuan dari kamp penampungan itu, berpersepsi bahwa bangunan yang selalu dia lihat dari jendela kamarnya itu adalah semacam pemukiman penduduk petani. Tentu saja sang anak dijaga dari semua fakta-fakta perang tersebut oleh kedua orangtuanya.

Ketidaktahuannya terus berlanjut seiring dengan keinginannya untuk berpetualang dan mencari teman selepas kepindahannya dari kota asalnya, sehingga petualangannya berakhir di batas pagar kamp penampungan tersebut dan menyebabkan dia bertemu dengan shmuel si anak laki-laki berpiyama garis-garis. Shmuel menjadi satu-satunya teman akrabnya, pertemanan itu dilakukan dengannya dengan sembunyi-sembunyi karena sikap protektif ibunya.

Kita bisa merasakan betapa di benak Bruno selalu berkecamuk berbagai macam pertanyaan, tentang apa yang terjadi di balik pagar kawat kamp itu, juga tentang apa yang ayahnya lakukan dalam pekerjaannya, walopun ayahnya selalu menekankan tentang tugasnya membela negara, serta tentang kenapa shmuel selalu memakai baju piyama bergaris-garis.

Film ini juga diselingi cerita-cerita tentang dilema-dilema, antara apakah seseorang harus mengikuti hati nuraninya atau mengikuti tuntutan lingkungan. Juga mengetengahkan tentang cerita kekejaman jaman perang yang menelan banyak korban dan betapa anak-anak tidak bersalah sering juga menjadi korban. Juga tentang betapa fatalnya akibat dari ketidak tahuan.

Endingnya lah yang menjadi raja dari film ini, disinilah sentuhan yang tak terlupakan dan emosi anda akan di obok-obok dengan tak terkira. betapa sesudah menontonnya, saya sempat tercenung dan speechless.. Touching bangeet deeeh.. (jangan spoiler cit..jangan spoiler ciittt..).
Silahkan ditonton saja, agar anda bisa merasakan rasanya dan tidak rusak oleh cerita-cerita saya :D

Film ini saya nilai 5/5. Dari segi cerita, akting-akting pemainnya dan lain-lain dan lain-lain..
So, selamat menikmati :D

Bagaimanakah perasaan anda jika tiba-tiba ketika anda terbangun berada terkubur beberapa meter di dalam tanah, ditengah padang pasir, tanpa ada makanan. cuma ditemani hp dengan sinyal yang sayup-sayup sampai, korek api zippo, sebatang pensil dan sebotol minuman. Bagaimanakah rasanya?? Jika anda ingin merasakan perasaan itu, maka tontonlah film menegangkan ini : BURIED!


foto diambil dari link ini

Film ini dibintangi aktor Ryan Reynolds, yang berusaha menghidupkan film ini walau hanya cuma dibintangi dirinya dan seekor ular yang nongol sebentar :D Serta tentu saja dibantu oleh suara-suara dari penelpon-penelpon yang masuk ke handphonenya. Maka niscaya akan gagallah film ini jika sang aktor memberikan kualitas akting seadanya.

Namun semua itu dapat ditanggulangi oleh sang aktor. serta tentu saja besutan dari sutradara Ricardo Cortes yang mampu membuat setiap penonton seringkali menghela napas merasakan ketegangan yang sama


Film ini sanggup membuat saya stress di menit-menit pertama. Tentu saja karena efek dalam ruang sempit dan gelap serta kekurangan udara itu. Dibantu oleh adegan tanpa musik, karna yang terdengar cuma suara tarikan napas dan erangan stress dari sang aktor ini, tapi cukup mampu membuat kita seolah-olah terkubur bersama.
Jadi kalau anda mengidap Klaustrophobia, mungkin akan berpikir segera meninggalkan ruangan bioskop, seperti pemikiran saya diawal menonton #ihik. Tapi coba tahan lah diri agak sebentar, karena seiring berjalannya cerita, perasaan itu akan berkurang karena anda larut dalam alurnya.

Film ini pastilah berbajet rendah..ya iyalah ya..., mengingat setingnya hanyalah didalam peti dengan minim pencahayaan, tapi film ini tetap menampilkan kualitas yang sangat bagus.
Cerita ini diawali dengan pengenalan aktornya, bagaimana asal-mula kejadian pengkuburan yang tiba-tiba dialaminya serta dialog-dialog kritis tentang dampak perang yang tengah terjadi yang menyebabkan masalah-masalah sosial bagi semua pihak. Ditambah pula isu-isu tentang diskriminasi penanganan pemerintah Amerika Serikat jika kejadian kritis menimpa "warga biasa"nya.

Bagi beberapa orang mungkin tidak terlalu terpuaskan dengan film ini, apalagi bagi yang tidak menyukai alur film yang lambat dan tanpa aksi. Tapi jika menyukai detail, anda akan menikmati detik demi detik cerita ini berjalan. Emosi anda akan hanyut didalamnya, dan anda akan seringkali menghela napas oleh ledakan-ledakan peritiwa di dalamnya. dan endingnya..jeng jeng jeng....tentu saja penasaran untuk diketahui :D

Oiya hampir lupa, mungkin kalau ditonton dengan dvd di rumah, efek tontonan ini akan berbeda karna sudut pandang dengan peti akan terasa lebih jauh. Jadi saya sarankan menonton di bioskop untuk mendapakan sensasi yang sama.

Saya memberika ponten 5/5 dari film ini, film yang sangat mengesankan untuk saya di tahun 2010. Mungkin penilaian anda berbeda, cobalah rasakan petualangannya :D
gambar diambil dari IMDb

Saya lagi-lagi memenangkan nonton bareng dari kuis twitter nobarsimpati. Kali ini nonton film animasi alpha and Omega. Bersama teman-teman online yang seperti biasa pasti ketemu kalo lagi dapet nonton gratisan :D. Review mereka bisa dilihat di masing-masing blognya, misalnya ditulis oleh isnuansa di sini dan Giewahyudi di sini.

Film ini menceritakan tentang kisah percintaan antara dua ekor srigala yang mempunyai status sosial yang berbeda, yang betina sebagai alpha dan si jantan sebagai omega. Percintaan ini diluar kebiasaan karena seharusnya srigala alpha itu sepantasnya berpasangan dengan sesama srigala alpha juga.
Rasa cinta ini #uhuk, timbul ketika mereka sama-sama diculik oleh beberapa pemburu dan membawa mereka ke semacam hutan panakaran (bener gak sih :)) dan dipisahkan dari gerombolannya, sehingga mereka bersama-sama ingin kembali ke kawanan asalnya dan kebersamaan dan perjuangan membuat mereka saling jatuhcinta #uhuklagi.



Konflik terjadi, karena kawanan srigala dari lembah yang berbeda menuntut pemenuhan perjanjian yang sebelumnya dilakukan bahwa Srigala alpha mereka akan dijodohkan, semacam kawin paksa gitu (siti nurbaya kaleee). Bagaimana cerita pertentangan itu dan bagaimana masalah ini terpecahkan? nonton aja kali yaa cyiiin :D

Film ini bisa dikatakan tidak terlalu bisa membuat saya girang selesai menontonnya, karena tema cerita ini sesungguhnya bukan tema yang membuat saya tertarik. yah klise ajalah. kisah cinta yang timbul antara dua makhluk, yang kali ini diperankan oleh srigala.
Saya yakin sesungguhnya yang diandalkan dari film ini adalah efek 3Dnya. Ini bisa terlihat dikarenakan banyaknya adegan yang diciptakan untuk menimbulkan efek roller coaster, contohnya ketika gerombolan serigala Omega yang suka bersenang-senang dan bermain seluncuran menggunakan kulit gelondongan kayu. Anak-anak akan lebih menikmati sekali, walopun kisah cinta yang ada dalam ceritanya, akan tidak terlalu bisa di pahami oleh mereka (sotoy!).

Eh tapi sebenarnya penonton disekeliling saya cukup histeris loh melihat adegan-adegan romantis yang terjadi, saya malah tersenyum-senyum mendengar celotehan mereka hahaha.
Tapi tentu saja, jika anda menyukai kategori film romantis komedi maka anda akan menyukai film ini.

Jadi...selamat menikmati...


Mau nge-review Film Haary Potter and The Deathly Hallow....

Ngggg...

Gak jadi ah, semua udah pada nonton..


diambil dari http://harrypotter.wikia.com

My Prince.. tambah cinta...

Alangkah berbahagianya saya yang punya teman-teman baik hati seperti @isnuansa dan @giewahyudi yang ketika punya tiket gratis, nawarin buat dikasih ke saya.. secara daripada gak dipake gitu yah :D
Jadilah kemaren dengan riang gembira melenggang kangkung mendatangi Blitz Grand Indonesia. Saya berangkat lebih cepat dari jadwal putarnya karena sang panitia yang ngadain gawean juga menyertakan Coffee Break dan kuis-kuisan sebelum acara nontonnya dimulai. Senangnyaa.. Pelayanan Prima gituh ceritanya.



Kalo kuis-kuisnya saya gak ikutan. masalahnya hadiahnya pulsa simpati dan saya gak punya simpati. Juga kaos telkomsel dan ini juga udah punya banyak :D Di sini juga memberikan bonus kalo mau didandanin gothic dan ditatoo permanen. keren yah :D

Sebenarnya saya memang tidak gugling dulu tentang cerita film yang saya dapat gratisan ini. Setibanya di Blitz, baru ngeh kalau ternyata ini adalah film horor. From Within termasuk dalam serangkaian film INAFF #kemalumon. Jadi ya pasrahlah, harus siapkan mental..

Ketegangan langsung terasa sejak detik pertama filmnya dimulai. Mengisahkan tentang sebuah kota kecil yang diteror oleh kejadian bunuh diri secara berurutan dari penduduknya. Akan terlihat sebuah kekuatan jahat yang menular dari satu orang ke orang yang lain, yang menyebabkan orang yang terasuki roh jahat itu membunuh dirinya sendiri. Hal ini terus berlangsung membunuh beberapa orang sampai akhirnya memasuki tubuh seorang gadis yang juga berusaha memecahkan teka teki kutukan ini.

Peritiwa kelam ini awalnya dituduhkan kepada sebuah keluarga yang dianggap sebagai semacam keluarga penyihir oleh penduduk kota, sehingga mereka dikucilkan dan selalu menjadi bulan-bulanan prasangka untuk peristiwa-peristiwa yang berlangsung. Juga melibatkan kelompok gereja, yang dengan asumsi salah ingin menghakimi keluarga tersebut dengan brutal.

Klimaksnya memang ketika peristiwa pemecahan masalah kutukan dan penghakiman terjadi secara bersamaan, dapatkah kedua masalah ini terpecahkan? Ini wajib ditonton dengan khitmad sepertinya :D Endingnya gak terduga, karena tentu saja ketika film horor berlaku happy ending, sensasi horornya berkurang ya gak sih?! hihihi *agak spoiler* *ditoyor*

Secara umum film ini menyiratkan tentang betapa kejamnya balas dendam, betapa cinta bisa merubah keadaan dan betapa main hakim sendiri itu tidak menyelesaikan masalah.

Sepanjang film kita akan dikejutkan oleh penampakan-penampakan, jadi siapkan diri yaa.. Dan tentu saja yang gak kalah penting dari film horor yaitu "sounds" nya. merajalela meniup bilu kuduk lah pokoknya :D

Pokoknya saya suka film ini deh, dikasih 4/5. Tentu saja karena gak bikin bosan dan ceritanya padat. Juga tentang awal terjadinya kutukan tidak seperti yang dibayangkan. Saya penyuka thriller, asalkan bacok-bacokannya gak diliatin secara vulgar.
Filmnya gak terlalu horor juga sih #tsaahgaya, buktinya saya akhirnya bisa terus membuka mata (meskipun diawal-awal musti ngintip setiap liat penampakan) hihihi.

Terimakasih Buat nobarSimpati, Totalfilm dan isnuansa.. Ajak-ajak nonton lagi yaa... :D


Jadi sudah dari beberapa minggu yang lalu saya mau posting tentang Takers. Kenapa saya nonton takers saya pun tak tau hihihihi. Mudah-mudahan saya ingat, berhubung sudah ditonton relatif lama. Baydewei saya mengingatkan ada Hayden Christensen dsini, bagi penyuka cowok-cowok kiyut pasti suka (oh my god,gw ngerusak mood)

Secara umum,Takers ini film gimana yaah...*angkat bahu*. Di awal film penonton akan menyangka bakal nonton film seperti Italian Job. Tipikal film perampokan-perampokan cerdas dan sukses besar. Dengan perencanaan yang matang dan timing yang selalu tepat, perampokan-perampokan yang dilakukan kelompok ini selalu sukses. dan mereka sangat menikmati hasil-hasil jarahan. kemudian berlanjut dengan satu proyek perampokan yang membuat mereka mengambil keputusan untuk bertaruh, bertaruh dengan kesuksesan perampokan dan bertaruh terhadap rasa kepercayaan kepada seorang bekas teman.

Matt Dillon dsini berperan sebagai polisi idealis yang tentu saja sangat berambisi mengungkap perampokan-perampokan yang terjadi dalam film ini, bersama satu rekan kerjanya. Hmmm.. cuma saya bingung kenapa diselipkan drama tentang integritas polisi dsini, kaya'nya kalo tanpa drama-drama polisi itu, ceritanya gak bakal hilang. Whateverlah...

Drama-drama ini lah yang agak merusak ketegangan film. Untuk diketahui, drama disini bukan cuma drama tentang idealisme polisi itu, juga tentang drama perebutan kekasih, drama dengan keluarga dan segala macam.
"Ketegangan", yak, inilah sensasi yang kurang didapatkan dari film ini ketika dibandingkan dengan Italian job, Ocean Eleven dan film-film sejenis lainnya. Juga ditengah film melibatkan cerita tentang mafia rusia, penghianatan teman dan dilanjutkan eksekusi diakhir film yang kurang memuaskan. Maaf.. (--)'
Tapi mungkinnya maksudnya mau memberi pesan, hidup ini panggung sandiwara *eh kurang tepat,mungkin maksudnya..kita tak bisa melakukan kejahatan dengan sempurna karena kita terikat dengan kehidupan di sekeliling kita... kalee #sotoy

Satu lagi, akting pemain-pemainnya kurang meyakinkan, ya Matt Dillon Okelah dan
Hayden Christensen sih bagus juga... udah itu aja :D

NB : Hari ini obama pidato di UI


Bagaimanakah cerita di Step Up 3D? pasti semuanya menjawab "KLISE!"
ya ya iya lah..iya iya lah..(halah), cuma cerita yang begituan aja itu mah sekelas cerpen Aneka-Yes jaman saya masih SMP, belum lagi ditambah akting pemainnya yang begitu-begitu aja.. (lebay lu ciiit).

Jadi apakah film ini oke kalo ditonton? Oke banget!!! apalagi dalam format 3D (loh koq kontradiktif cit?).
Film ini secara visual sangat layak tonton, tentu saja karena efek tridinya. dan dancenya yang menakjubkan. dengan gerak2an robotic dan lain-lain dipadu dengan elektrik style yaitu permainan lampu-lampu di baju dan dekor panggungnya ketika adegan turnamen tarian terjadi. memang lagi-lagi film dance seperti step-up 3D ini biasanya berkisar tentang turnamen tarian gitu kan yaaa.

Saya tak mau bercerita banyak tentang kisah filmnya.. kali ini mau mengemukakan berapa kelebihannya saja mungkin ya di samping kekurangannya yang saya sudah tampilkan di awal.
Jadi apa lagi kelebihannya cit? Musiknya.. Yap musiknya!! hampir semua musiknya adalah musik dengan kualitas bagus.,walopun sampe sekarang saya belum cari-cari lagi di internet tentang musik apa yang dipakai (lagi sibuk cyiiin). Salah satu pengisi soundtracknya adalah linkin park. tentu saja buat yang sudah familiar dengan linkin park akan langsung mengenal suara dan musiknya.

Adegan yang paling saya gemari dsini selain tarian di final turnamen adalah ketika Moose (Adam Sevani) dan Camille (Alyson Stoner) menari ditaman dan jalanan trotoar gitu.


Terus apalagi cit? pemain cowoknya ganteng banget.. #jiah
ah kalo masalah aktor ganteng itu gak usah dibahas ah, mungundang ketidaksimpatikan itu mah yaa.. *sadar diri*

Demikian sedikit review.. mumpung sekarang masih di puter dibioskop, cepat-cepatlah ke bioskop....

semua foto diambil di berbagai sumber

NB. tadi merapi meletus lagi :(



Film ini sangat menghibur, walopun bukan masuk kategori film yang dahsyat. tapi tidak seburuk pemikiran saya, bahwa apakah nanti akan menjadi seperti film expendablenya-Silvester Stalone yang mengawinkan pemain-pemain gaek tapi mengecewakan itu (walopun saya belum nonton juga sih yang itu ya :D)

Mengingat film-film yang sedang putar tayang di bioskop-bioskop sekarang adalah film-film yang mengadalkan efek 3D, maka film ini menjadi daya tarik sendiri karena tentu saja mengunggulkan aktor-aktor yang membintanginya.

Bruce willis yang susah sekali mati (ya biasaaa lah ya..) adalah sebagai pemeran utamanya yaitu Frank. berperan sebagai pensiunan CIA yang awalnya selalu berusaha untuk mendapatkan cek dana sosial pensiunannya dengan selalu menelpon seorang pegawai wanita bernama Sarah, yang sangat bosan dengan pekerjaan rutinnya yaitu mengurusi bagian cek-cek tersebut (gak tau itu kantor apaan). Walopun sebenarnya itu cuma alasan si Frank untuk bisa selalu menelpon sang perempuan (cinta dengan suara kali ya.. *ihik).maka percakapan di telepon itu seringkali terjadi dengan alasan yang berkali-kali sama walopun akhirnya percakapan berlanjut kemana-mana.

Action diawali dengan penyerangan oleh sekelompok orang ke rumah Frank, yang tentu saja menyebabkan -aksi tak bisa matinya- dimulai. Dan mengingat ini ada kaitannya dengan CIA, maka otomatis Sarah sebagai orang yang selalu ditelpon dari line rumah Frank jadi keseret-seret (CIA gitu loochh),walaupun sebenarnya dia tak ada hubungan sama sekali dengan kejadian yang terjadi.
Naahh sebenernya disinilah saya akhirnya tau ternyata kerjaan si Frank sebelum pensiun adalah agen CIA, malah dengan status RED = Retired Extremely Dangerous.. gileeee...

Dan petualangan pindah-pindah kota dimulai dsini. Yah.. walopun awalnya diselingi dengan perlawanan dari si Sarah karena dia tidak sama sekali tahu dengan keadaan yang terjadi dan harus menghadapi pria botak, yang walopun suka dengan telpon-telponnya namun setelah bertemu, sosok yang ditemuinya sedikit diluar harapannya selama ini. Dia memikirkan bahwa pria yang ditelponnya berulangkali itu harusnya "sedikit berambut" *ngikik*.
Petualangan pindah-pindah kota ini dikarenakan si Frank ini ingin mencari tahu kenapa agen-agen dari kantor bekas tempat dia bekerja, berusaha untuk membunuhnya. Dalam pencarian itu dia bertemu dengan partner-partner lamanya seperti Joe (Morgan Freeman), Marvin (john Malcovic) yang sedikit gila, Victoria (hellen Mirren) si ibu2 dengan senjata otomatis keliber berapaan gitu dan Brian Cox (Ivan Simanov) si kamuflaseman, dengan sedikit cerita cinta-cintaannya #klise.

Dengan aksi-aksi seperti Marvin bisa nembak tepat di tengah bazooka yg lagi melesat (eh itu bener bazooka gak ya namanya) atau ketika Frank bisa memasuki kantor CIA di langley dan adegan teknik senior ngajarin junior terhadap agen CIA muda dan berambisi William Cooper yang diperankan oleh Karl Urban, film ini jadi terkesan "wuihh dahsyat banget ya..", apalagi bisa memasuki ruang brankas yang "tidak pernah ada" di ruang bawah tanah. hmmm...walopun sedikit mengecewakan ketika melihat Frank membuka pintu ruang brangkasnya (didobrak pake kaki aja gituh?), kan ya kesannya kantor agen nomor satu didunia itu jadi gampang banget dibobol gitu ya :D

Ternyata kasus yang selama ini diburu oleh gerombolan ini melibatkan orang pemerintah dengan antek-anteknya itu. Jadi ya ada sedikit intrik. sedikit yang berarti benar-benar sedikit, karena memang filmnya memang gak difokuskan pada intrik-intrik tersebut.

Saya agak sedikit kecewa dengan sedikitnya peran si Morgan Freeman disini. Maap yah, karena rada nge-fans gitu, jadi suka sentimen kalo gak dipake maksimal. Namun akting si Sarah dikategorikan lumayan bagus, terutama karena karakternya yang menggambarkan seorang perempuan yang sangat menyukai petualangan dibalik pekerjaannya yang sangat menjemukan, senasib kali ya.. *ihik #curcol.

Ini film yang cukup menghibur, mungkin kalo anda ingin film dengan action yang gak berat-berat amat. atau mencari opsi lain selain Step Up 3D karena mungkin kurang suka dengan film-film pop gituh..

Selamat menonton..mudah-mudahan tidak spoiler ya.. ^_^V
saya ngeblog ini macam angat2 cirik ayam atau no action talk only :D semangat nya cuma sampe ngeklik "entri baru", habis itu buka twit , bukaa news.. ditinggal aja.
Malam ini bertekat untuk posting apa ajalah buat yang penting ada.

Kemaren saya ke Gramedia, beli buku 3. sok banget ya gayanya, padahal PR menyelesaikan bacaan masih banyak... *toyor2 kepala sendiri*

Sekarang saya mau cerita aja kalo hari ini nonton Legend of the Guardian.
Saran saya yang pertama dari nonton ini adalah, menontonlah dalam format 3D!!
Kenapa begitu saudara2??? karena tadi saya nonton dalam format biasa, dan ditengah film merasakan kalo seandainya nonton 3D akan merasakan efek yang lebih oke karena gambar nya sangat detail dan adegan-adegannya memungkinkan sekali untuk dinikmati secara lebih nyata.


Sejujurnya, awalnya tidak terlalu minat dengan film ini sewaktu melihat trailernya, tapi karena ada satu teman kantor yang ngajak karena dia udah kebelet banget pengen nonton film dan karena film yang lain udah pada kita tonton,maka jatuhlah pilihan pada film ini.

Film ini,mengingatkan saya dengan film Lord of the Ring, terutama dengan nama-nama karakternya kemudian setting tempatnya. juga topeng-topeng besi yang dipakai oleh para prajurit burung hantu ini, mengingatkan kita pada topeng para ksatria di Lord of the ring. Kemiripan misi Soren ini (si peran utama) untuk menyelamatkan dunia perburung hantuan #halah dari kelompok the pure juga mengingatkan kita dengan misi the hobbit tentunyaah.

Soren merupakan burung hantu kecil yang dalam tahap belajar terbang dan selalu bermimpi dan berhayal tentang cerita-cerita legenda yang selalu di kisahkan oleh ayahnya mengenai the Owl of Ga'Hoole. Namun akhirnya, setelah mengalami kecelakaan kecil yang menyebabkan dia dan kakaknya (kludd) mengalami peristiwa besar,maka dia benar-benar bertemu dengan dunia yang selama ini hanya ada dalam imajinasinya.

Untuk menghadapi kelompok the pure one yang berambisi menguasai dunia perburungan maka disinilah misi penyelamatan dimulai.. namun menghadapi tantangan terbesar yaitu saudaranya sendiri... walaupun sebenarnya saya agak kecewa dengan sebab musabab pertentangan dua bersaudara ini karena alasannya terlalu dangkal, but its oke lah..

Mengingat kisah ini diangkat dari 3 buah buku (belum pernah baca siih), maka tentulah saja film ini bakal ada sikuelnya. hal ini juga akan terlihat di akhir film nantinya.

Yang penting dari film kartun adalah dialog-dialog lucunya, dan tentu saja ada di film ini..jadi jangan khawatir jika merasa film ini bakalan serius bangget :D

Secara keseluruhan film ini menarik untuk ditonton dan saya memberikan nilai 7/10. mungkin bisa bertambah kalau saya menonton yang format 3D. Ada yang mau traktir mungkin buat saya? :D

Oiya, habis nonton saya nyasar di tanah abang...

NB : akhir-akhir ini negara kita sering rusuh ya.. sedih sekali
Film ini, membuat saya ternganga nganga....

harusnya gak ditonton, belum cukup umur *getok*

Jadi Simpati itu kemaren ngadain kuis kuisan di twitter. Kebetulan ada temen kantor yang ikut2 gitu. Ceritanya simpati mau bagiin 1500 tiket. Buset..banyak kan?? Dan saya ini lagi-lagi kerasukan setan males jadi gak punya minat untuk ikut. Untunglah si teman itu ikut, yang lagi-lagi saya todong kalo dia menang supaya tiketnya satu dikasihin satu buat saya gitu (maklum kan biasanya tiket gratisan dapet dua)

Ternyata si teman menang donk. Ya iyalah 1500 orang gitu. Daaan dengan selamat dan sukses satu tiket masuk ke dompet saya. Ternyata simpati niat banget, tiket itu diselipin dalam sebuah buku.. buku booow. Jadi saya juga mendapatkan buku itu (hug rudy) *lalalaalala nari2*.

Di tiket dikasih tau kalo nonton adalah tanggal 12 mei, hari rabu ini. Jam 18.00. pake registrasi dulu. Its oraik..dipelototin boss gara-gara kabur juga gpapa. Siapa sih yg mau melewatkan film yang digadang-gadang bakal yahud ini.

Akhirnya kita nonton juga setelah sebelumnya kena tilang di bunderan Hi sama “pak ici” gara-gara ikut muter barengan mobil di bunderan itu. Sumpe deeeh, rambu-rambunya gak keliatan,memangnya ada yak?? (curigation).

Penilangan itu juga lucu, gara-gara disuruh sidang,sok-sok an kita bilang mau bayar tilang lewat bank aja... lah ternyata 500ribu. Bah!! Baru dapat gratisan masa’ uang melayang melebihi gratisannya. Mahal banget... akhirnya penyelesaian penilangan itu seperti yang sama-sama kita ketahui (taulah ^_^).

Nah kita review filmnya aja yah, mudah2 an gak spoiler.

Kesan pertama dari film ini adalah, pemerannya ketuaan. Ya donk. Pemain senior semua. Tapi saya jadi mikir,apa memang seharusnya robin hood itu adalah umurnya segitu? secara marion ini sebenernya juga udah janda. Tapi whatever lah. Russel crowe dan kate blanchet is yahud actres and actor gitu lllooch.

Sebenernya film ini semacam prekuel, karena Robin Hood yang selama ini kita tau ceritanya kan Robin Hood yang udah jadi buronan King John dan udah menghantui para bangsawan kaya dan tukang-tukang pajak dimana-mana.

Kalo robin hood nya russel Crowe ini adalah di masa King Richard berlanjut ke King John dan masih jadi tentara perang salib Inggris. Cerita yang ini seperti menitik beratkan bahwa Robin Hood lah yang menggerakkan persatuan di kalangan kesatria-kesatria dan raja-raja di inggris agar bersatu sehingga bisa menghadapi pasukan raja philips dari Prancis. Kalo Robin Hood yang versi Kevin Costner gimana ya? Lupa... :p

Mungkin beberapa orang yang beranggapan akan menonton film kolosal yang full action agak merasa sedikit kecewa, karena film ini kebanyakan adegan dramanya. Mungkin karena ingin menitipkan pesan persatuan di ceritanya jadi harus memperbanyak dramanya, jadi ya gak bisa full action juga ^_^
oiya,si teman bilang dia punya satu kalimat yang dia suka . Yaitu bagian dialog yang ini >>> “raja yang selalu menuntut kesetiaan tetapi tanpa memberikan penawaran apa2” atau kalimat semacam itu lah. Dia bilang dia merasa “de javu” ^_^. Padahal saya juga hehehe.

Ketika melihat king john, sepanjang film saya mikir, ini aktor pernah lihat dimana ya. Familiar bgt gitu. hampir setengah film mikirin dia terus akhirnya baru inget dia juga main di Film Agora sebagai Orestes. Namanya Oscar Isaac. Udah pernah bikin review agora belum ya?? Ngg..belum ternyata. Akan saya bikin ah kapan2

Orestes


King John


Oiya, temen saya juga dapat tiket ke Bali. Bener-bener niat kan tuh simpati. Sayangnya gak bisa di todong,katanya cuma satu T_T

Hari ini baru tadi ikut acara 1st anniversary Fine Dining With JAson Mraz at Facebook... Acaranya seru2an. Dapat kaos dari sang admin karena seperti biasa,saya tak punya malu untuk joget2 gila niruin Jason Mraz goyang gak jelas... Eh beli machiato,ternyata porsinya kecil. kirain dingin taunya panas.. potonya mana ya?? bentar










Oya, tadi juga nonton The Ghost Writter. awalnya sih tadi mau nyari The Lovely Bones, tapi taunya dibioskop yang saya datangi ini tidak ada film itu.

Gak mau spoiler nih sekarang. jadi cuma cerita kesan dan pesannya aja. Saya suka sekali film beginian. Eh ternyata sutradaranya Roman Polansky,apalagi yang bisa diragukan dengan film2 dia ini. Walopun saya taunya cuma film yang belakangan2 aja,seperti The pianist dan Oliver Twist. tapi dua2nya emang yahud....betul tidak??!! ^_^ Unggulannya memang bukan Efek2 komputer tingkat tinggi, tapi tentu saja pada dialognya yang kuat. Dan untuk film ghost ini,komedi2 cerdas juga diselipkan diantar dialog2 itu. apalagi coba yang kurang. bintangnya eh ..siapa ya... *mikir* hmmm Pierce Brosnan dan Ewan McGregor. Yah...bintang gak terlalu penting kalo filmnya memang oke kan (bukan fans pierce siiy) dan McGregor ya boleh lah.











Hari ini pulang ke rumah nenek. sepertinya nenek kangen banget. dia berseri2 mukanya pas saya datang,ngobrolnya jadi lama.
saya jadi terharu.... I love u nenek

Ini lagi nonton di tivi “ikan terbang”, udah keberapa kalinya nih ya nonton...sering bangeeet tipi muternya.



Pertama nonton curse ini bioskop dibandung, pertama kali nonton ini sudah merasa “wwwooow” dengan filmnya. Sutradaranya niat banget daaah. Filmnya detail banget,terutama kostumnya. Daaan intrik mencengangkan dengan akhir yang tragis itu tentu saja jadi daya tariknya. Cerita padat membuat kita tak punya waktu untuk ngantuk walopun kadang-kadang alurnya lambat tapi kita akan menikmati keindahan gambarnya.

Satu hal yang bikin penasaran, saking butanya dengan sejarah cina (kecuali beberapa sisi dari kisah tiga kerajaan) saya penasaran dengan apakah ini diangkat dari kisah nyata (beeuh mungkin saya kelihatan bodoh banget dengan pertanyaan ini), karena kalo ini kisah nyata mungkinkah ada kejadian setragis ini di dunia... *jadimelowgini

Atau apakah ini fiksi? Kalo iya betapa cerdasnya yang buat karena ini menurut saya cerita yang menakjubkan... (ini ceritanya di dinasti apa ya?).

Bener2 saya penasaran ini kisah nyata atau tidak, sampai2 ditulis di status fesbuk untuk mencari infonya. Sampai tulisan ini ditulis diketik belum ada yang balas pertanyaan itu kecuali komen2 ngaco.. :p

Kekurangan filmnya saya rasa terlalu banyak yang “menonjol” disini...hihiiihihi, ya tapi gpapa lah...

Memang sihh film ini bagus banget, tapi pliss deh stasiun tipi, udahan donk nge-rerunnya..keseringan...