Film ini dibintangi aktor Ryan Reynolds, yang berusaha menghidupkan film ini walau hanya cuma dibintangi dirinya dan seekor ular yang nongol sebentar :D Serta tentu saja dibantu oleh suara-suara dari penelpon-penelpon yang masuk ke handphonenya. Maka niscaya akan gagallah film ini jika sang aktor memberikan kualitas akting seadanya.
Namun semua itu dapat ditanggulangi oleh sang aktor. serta tentu saja besutan dari sutradara Ricardo Cortes yang mampu membuat setiap penonton seringkali menghela napas merasakan ketegangan yang sama
Film ini sanggup membuat saya stress di menit-menit pertama. Tentu saja karena efek dalam ruang sempit dan gelap serta kekurangan udara itu. Dibantu oleh adegan tanpa musik, karna yang terdengar cuma suara tarikan napas dan erangan stress dari sang aktor ini, tapi cukup mampu membuat kita seolah-olah terkubur bersama.
Jadi kalau anda mengidap Klaustrophobia, mungkin akan berpikir segera meninggalkan ruangan bioskop, seperti pemikiran saya diawal menonton #ihik. Tapi coba tahan lah diri agak sebentar, karena seiring berjalannya cerita, perasaan itu akan berkurang karena anda larut dalam alurnya.
Film ini pastilah berbajet rendah..ya iyalah ya..., mengingat setingnya hanyalah didalam peti dengan minim pencahayaan, tapi film ini tetap menampilkan kualitas yang sangat bagus.
Cerita ini diawali dengan pengenalan aktornya, bagaimana asal-mula kejadian pengkuburan yang tiba-tiba dialaminya serta dialog-dialog kritis tentang dampak perang yang tengah terjadi yang menyebabkan masalah-masalah sosial bagi semua pihak. Ditambah pula isu-isu tentang diskriminasi penanganan pemerintah Amerika Serikat jika kejadian kritis menimpa "warga biasa"nya.
Bagi beberapa orang mungkin tidak terlalu terpuaskan dengan film ini, apalagi bagi yang tidak menyukai alur film yang lambat dan tanpa aksi. Tapi jika menyukai detail, anda akan menikmati detik demi detik cerita ini berjalan. Emosi anda akan hanyut didalamnya, dan anda akan seringkali menghela napas oleh ledakan-ledakan peritiwa di dalamnya. dan endingnya..jeng jeng jeng....tentu saja penasaran untuk diketahui :D
Oiya hampir lupa, mungkin kalau ditonton dengan dvd di rumah, efek tontonan ini akan berbeda karna sudut pandang dengan peti akan terasa lebih jauh. Jadi saya sarankan menonton di bioskop untuk mendapakan sensasi yang sama.
Saya memberika ponten 5/5 dari film ini, film yang sangat mengesankan untuk saya di tahun 2010. Mungkin penilaian anda berbeda, cobalah rasakan petualangannya :D
Jadilah kemaren dengan riang gembira melenggang kangkung mendatangi Blitz Grand Indonesia. Saya berangkat lebih cepat dari jadwal putarnya karena sang panitia yang ngadain gawean juga menyertakan Coffee Break dan kuis-kuisan sebelum acara nontonnya dimulai. Senangnyaa.. Pelayanan Prima gituh ceritanya.
Sebenarnya saya memang tidak gugling dulu tentang cerita film yang saya dapat gratisan ini. Setibanya di Blitz, baru ngeh kalau ternyata ini adalah film horor. From Within termasuk dalam serangkaian film INAFF #kemalumon. Jadi ya pasrahlah, harus siapkan mental..
Peritiwa kelam ini awalnya dituduhkan kepada sebuah keluarga yang dianggap sebagai semacam keluarga penyihir oleh penduduk kota, sehingga mereka dikucilkan dan selalu menjadi bulan-bulanan prasangka untuk peristiwa-peristiwa yang berlangsung. Juga melibatkan kelompok gereja, yang dengan asumsi salah ingin menghakimi keluarga tersebut dengan brutal.
Klimaksnya memang ketika peristiwa pemecahan masalah kutukan dan penghakiman terjadi secara bersamaan, dapatkah kedua masalah ini terpecahkan? Ini wajib ditonton dengan khitmad sepertinya :D Endingnya gak terduga, karena tentu saja ketika film horor berlaku happy ending, sensasi horornya berkurang ya gak sih?! hihihi *agak spoiler* *ditoyor*
Secara umum film ini menyiratkan tentang betapa kejamnya balas dendam, betapa cinta bisa merubah keadaan dan betapa main hakim sendiri itu tidak menyelesaikan masalah.
Sepanjang film kita akan dikejutkan oleh penampakan-penampakan, jadi siapkan diri yaa.. Dan tentu saja yang gak kalah penting dari film horor yaitu "sounds" nya. merajalela meniup bilu kuduk lah pokoknya :D
Pokoknya saya suka film ini deh, dikasih 4/5. Tentu saja karena gak bikin bosan dan ceritanya padat. Juga tentang awal terjadinya kutukan tidak seperti yang dibayangkan. Saya penyuka thriller, asalkan bacok-bacokannya gak diliatin secara vulgar.
Filmnya gak terlalu horor juga sih #tsaahgaya, buktinya saya akhirnya bisa terus membuka mata (meskipun diawal-awal musti ngintip setiap liat penampakan) hihihi.
Terimakasih Buat nobarSimpati, Totalfilm dan isnuansa.. Ajak-ajak nonton lagi yaa... :D
Secara umum,Takers ini film gimana yaah...*angkat bahu*. Di awal film penonton akan menyangka bakal nonton film seperti Italian Job. Tipikal film perampokan-perampokan cerdas dan sukses besar. Dengan perencanaan yang matang dan timing yang selalu tepat, perampokan-perampokan yang dilakukan kelompok ini selalu sukses. dan mereka sangat menikmati hasil-hasil jarahan. kemudian berlanjut dengan satu proyek perampokan yang membuat mereka mengambil keputusan untuk bertaruh, bertaruh dengan kesuksesan perampokan dan bertaruh terhadap rasa kepercayaan kepada seorang bekas teman.
Matt Dillon dsini berperan sebagai polisi idealis yang tentu saja sangat berambisi mengungkap perampokan-perampokan yang terjadi dalam film ini, bersama satu rekan kerjanya. Hmmm.. cuma saya bingung kenapa diselipkan drama tentang integritas polisi dsini, kaya'nya kalo tanpa drama-drama polisi itu, ceritanya gak bakal hilang. Whateverlah...
Drama-drama ini lah yang agak merusak ketegangan film. Untuk diketahui, drama disini bukan cuma drama tentang idealisme polisi itu, juga tentang drama perebutan kekasih, drama dengan keluarga dan segala macam.
"Ketegangan", yak, inilah sensasi yang kurang didapatkan dari film ini ketika dibandingkan dengan Italian job, Ocean Eleven dan film-film sejenis lainnya. Juga ditengah film melibatkan cerita tentang mafia rusia, penghianatan teman dan dilanjutkan eksekusi diakhir film yang kurang memuaskan. Maaf.. (--)'
Tapi mungkinnya maksudnya mau memberi pesan, hidup ini panggung sandiwara *eh kurang tepat,mungkin maksudnya..kita tak bisa melakukan kejahatan dengan sempurna karena kita terikat dengan kehidupan di sekeliling kita... kalee #sotoy
Satu lagi, akting pemain-pemainnya kurang meyakinkan, ya Matt Dillon Okelah dan Hayden Christensen sih bagus juga... udah itu aja :D
NB : Hari ini obama pidato di UI
ya ya iya lah..iya iya lah..(halah), cuma cerita yang begituan aja itu mah sekelas cerpen Aneka-Yes jaman saya masih SMP, belum lagi ditambah akting pemainnya yang begitu-begitu aja.. (lebay lu ciiit).
Jadi apakah film ini oke kalo ditonton? Oke banget!!! apalagi dalam format 3D (loh koq kontradiktif cit?).
Film ini secara visual sangat layak tonton, tentu saja karena efek tridinya. dan dancenya yang menakjubkan. dengan gerak2an robotic dan lain-lain dipadu dengan elektrik style yaitu permainan lampu-lampu di baju dan dekor panggungnya ketika adegan turnamen tarian terjadi. memang lagi-lagi film dance seperti step-up 3D ini biasanya berkisar tentang turnamen tarian gitu kan yaaa.
Saya tak mau bercerita banyak tentang kisah filmnya.. kali ini mau mengemukakan berapa kelebihannya saja mungkin ya di samping kekurangannya yang saya sudah tampilkan di awal.
Jadi apa lagi kelebihannya cit? Musiknya.. Yap musiknya!! hampir semua musiknya adalah musik dengan kualitas bagus.,walopun sampe sekarang saya belum cari-cari lagi di internet tentang musik apa yang dipakai (lagi sibuk cyiiin). Salah satu pengisi soundtracknya adalah linkin park. tentu saja buat yang sudah familiar dengan linkin park akan langsung mengenal suara dan musiknya.
Adegan yang paling saya gemari dsini selain tarian di final turnamen adalah ketika Moose (Adam Sevani) dan Camille (Alyson Stoner) menari ditaman dan jalanan trotoar gitu.
Terus apalagi cit? pemain cowoknya ganteng banget.. #jiah
ah kalo masalah aktor ganteng itu gak usah dibahas ah, mungundang ketidaksimpatikan itu mah yaa.. *sadar diri*
Demikian sedikit review.. mumpung sekarang masih di puter dibioskop, cepat-cepatlah ke bioskop....
semua foto diambil di berbagai sumber
NB. tadi merapi meletus lagi :(
Mengingat film-film yang sedang putar tayang di bioskop-bioskop sekarang adalah film-film yang mengadalkan efek 3D, maka film ini menjadi daya tarik sendiri karena tentu saja mengunggulkan aktor-aktor yang membintanginya.
Bruce willis yang susah sekali mati (ya biasaaa lah ya..) adalah sebagai pemeran utamanya yaitu Frank. berperan sebagai pensiunan CIA yang awalnya selalu berusaha untuk mendapatkan cek dana sosial pensiunannya dengan selalu menelpon seorang pegawai wanita bernama Sarah, yang sangat bosan dengan pekerjaan rutinnya yaitu mengurusi bagian cek-cek tersebut (gak tau itu kantor apaan). Walopun sebenarnya itu cuma alasan si Frank untuk bisa selalu menelpon sang perempuan (cinta dengan suara kali ya.. *ihik).maka percakapan di telepon itu seringkali terjadi dengan alasan yang berkali-kali sama walopun akhirnya percakapan berlanjut kemana-mana.
Action diawali dengan penyerangan oleh sekelompok orang ke rumah Frank, yang tentu saja menyebabkan -aksi tak bisa matinya- dimulai. Dan mengingat ini ada kaitannya dengan CIA, maka otomatis Sarah sebagai orang yang selalu ditelpon dari line rumah Frank jadi keseret-seret (CIA gitu loochh),walaupun sebenarnya dia tak ada hubungan sama sekali dengan kejadian yang terjadi.
Naahh sebenernya disinilah saya akhirnya tau ternyata kerjaan si Frank sebelum pensiun adalah agen CIA, malah dengan status RED = Retired Extremely Dangerous.. gileeee...
Dan petualangan pindah-pindah kota dimulai dsini. Yah.. walopun awalnya diselingi dengan perlawanan dari si Sarah karena dia tidak sama sekali tahu dengan keadaan yang terjadi dan harus menghadapi pria botak, yang walopun suka dengan telpon-telponnya namun setelah bertemu, sosok yang ditemuinya sedikit diluar harapannya selama ini. Dia memikirkan bahwa pria yang ditelponnya berulangkali itu harusnya "sedikit berambut" *ngikik*.
Petualangan pindah-pindah kota ini dikarenakan si Frank ini ingin mencari tahu kenapa agen-agen dari kantor bekas tempat dia bekerja, berusaha untuk membunuhnya. Dalam pencarian itu dia bertemu dengan partner-partner lamanya seperti Joe (Morgan Freeman), Marvin (john Malcovic) yang sedikit gila, Victoria (hellen Mirren) si ibu2 dengan senjata otomatis keliber berapaan gitu dan Brian Cox (Ivan Simanov) si kamuflaseman, dengan sedikit cerita cinta-cintaannya #klise.
Dengan aksi-aksi seperti Marvin bisa nembak tepat di tengah bazooka yg lagi melesat (eh itu bener bazooka gak ya namanya) atau ketika Frank bisa memasuki kantor CIA di langley dan adegan teknik senior ngajarin junior terhadap agen CIA muda dan berambisi William Cooper yang diperankan oleh Karl Urban, film ini jadi terkesan "wuihh dahsyat banget ya..", apalagi bisa memasuki ruang brankas yang "tidak pernah ada" di ruang bawah tanah. hmmm...walopun sedikit mengecewakan ketika melihat Frank membuka pintu ruang brangkasnya (didobrak pake kaki aja gituh?), kan ya kesannya kantor agen nomor satu didunia itu jadi gampang banget dibobol gitu ya :D
Ternyata kasus yang selama ini diburu oleh gerombolan ini melibatkan orang pemerintah dengan antek-anteknya itu. Jadi ya ada sedikit intrik. sedikit yang berarti benar-benar sedikit, karena memang filmnya memang gak difokuskan pada intrik-intrik tersebut.
Saya agak sedikit kecewa dengan sedikitnya peran si Morgan Freeman disini. Maap yah, karena rada nge-fans gitu, jadi suka sentimen kalo gak dipake maksimal. Namun akting si Sarah dikategorikan lumayan bagus, terutama karena karakternya yang menggambarkan seorang perempuan yang sangat menyukai petualangan dibalik pekerjaannya yang sangat menjemukan, senasib kali ya.. *ihik #curcol.
Ini film yang cukup menghibur, mungkin kalo anda ingin film dengan action yang gak berat-berat amat. atau mencari opsi lain selain Step Up 3D karena mungkin kurang suka dengan film-film pop gituh..
Selamat menonton..mudah-mudahan tidak spoiler ya.. ^_^V
Malam ini bertekat untuk posting apa ajalah buat yang penting ada.
Kemaren saya ke Gramedia, beli buku 3. sok banget ya gayanya, padahal PR menyelesaikan bacaan masih banyak... *toyor2 kepala sendiri*
Sekarang saya mau cerita aja kalo hari ini nonton Legend of the Guardian.
Saran saya yang pertama dari nonton ini adalah, menontonlah dalam format 3D!!
Kenapa begitu saudara2??? karena tadi saya nonton dalam format biasa, dan ditengah film merasakan kalo seandainya nonton 3D akan merasakan efek yang lebih oke karena gambar nya sangat detail dan adegan-adegannya memungkinkan sekali untuk dinikmati secara lebih nyata.

Sejujurnya, awalnya tidak terlalu minat dengan film ini sewaktu melihat trailernya, tapi karena ada satu teman kantor yang ngajak karena dia udah kebelet banget pengen nonton film dan karena film yang lain udah pada kita tonton,maka jatuhlah pilihan pada film ini.
Film ini,mengingatkan saya dengan film Lord of the Ring, terutama dengan nama-nama karakternya kemudian setting tempatnya. juga topeng-topeng besi yang dipakai oleh para prajurit burung hantu ini, mengingatkan kita pada topeng para ksatria di Lord of the ring. Kemiripan misi Soren ini (si peran utama) untuk menyelamatkan dunia perburung hantuan #halah dari kelompok the pure juga mengingatkan kita dengan misi the hobbit tentunyaah.
Soren merupakan burung hantu kecil yang dalam tahap belajar terbang dan selalu bermimpi dan berhayal tentang cerita-cerita legenda yang selalu di kisahkan oleh ayahnya mengenai the Owl of Ga'Hoole. Namun akhirnya, setelah mengalami kecelakaan kecil yang menyebabkan dia dan kakaknya (kludd) mengalami peristiwa besar,maka dia benar-benar bertemu dengan dunia yang selama ini hanya ada dalam imajinasinya.
Untuk menghadapi kelompok the pure one yang berambisi menguasai dunia perburungan maka disinilah misi penyelamatan dimulai.. namun menghadapi tantangan terbesar yaitu saudaranya sendiri... walaupun sebenarnya saya agak kecewa dengan sebab musabab pertentangan dua bersaudara ini karena alasannya terlalu dangkal, but its oke lah..
Mengingat kisah ini diangkat dari 3 buah buku (belum pernah baca siih), maka tentulah saja film ini bakal ada sikuelnya. hal ini juga akan terlihat di akhir film nantinya.
Yang penting dari film kartun adalah dialog-dialog lucunya, dan tentu saja ada di film ini..jadi jangan khawatir jika merasa film ini bakalan serius bangget :D
Secara keseluruhan film ini menarik untuk ditonton dan saya memberikan nilai 7/10. mungkin bisa bertambah kalau saya menonton yang format 3D. Ada yang mau traktir mungkin buat saya? :D
Oiya, habis nonton saya nyasar di tanah abang...
NB : akhir-akhir ini negara kita sering rusuh ya.. sedih sekali

Jadi Simpati itu kemaren ngadain kuis kuisan di twitter. Kebetulan ada temen kantor yang ikut2 gitu. Ceritanya simpati mau bagiin 1500 tiket. Buset..banyak kan?? Dan saya ini lagi-lagi kerasukan setan males jadi gak punya minat untuk ikut. Untunglah si teman itu ikut, yang lagi-lagi saya todong kalo dia menang supaya tiketnya satu dikasihin satu buat saya gitu (maklum kan biasanya tiket gratisan dapet dua)
Ternyata si teman menang donk. Ya iyalah 1500 orang gitu. Daaan dengan selamat dan sukses satu tiket masuk ke dompet saya. Ternyata simpati niat banget, tiket itu diselipin dalam sebuah buku.. buku booow. Jadi saya juga mendapatkan buku itu (hug rudy) *lalalaalala nari2*.
Di tiket dikasih tau kalo nonton adalah tanggal 12 mei, hari rabu ini. Jam 18.00. pake registrasi dulu. Its oraik..dipelototin boss gara-gara kabur juga gpapa. Siapa sih yg mau melewatkan film yang digadang-gadang bakal yahud ini.
Akhirnya kita nonton juga setelah sebelumnya kena tilang di bunderan Hi sama “pak ici” gara-gara ikut muter barengan mobil di bunderan itu. Sumpe deeeh, rambu-rambunya gak keliatan,memangnya ada yak?? (curigation).
Penilangan itu juga lucu, gara-gara disuruh sidang,sok-sok an kita bilang mau bayar tilang lewat bank aja... lah ternyata 500ribu. Bah!! Baru dapat gratisan masa’ uang melayang melebihi gratisannya. Mahal banget... akhirnya penyelesaian penilangan itu seperti yang sama-sama kita ketahui (taulah ^_^).
Nah kita review filmnya aja yah, mudah2 an gak spoiler.
Kesan pertama dari film ini adalah, pemerannya ketuaan. Ya donk. Pemain senior semua. Tapi saya jadi mikir,apa memang seharusnya robin hood itu adalah umurnya segitu? secara marion ini sebenernya juga udah janda. Tapi whatever lah. Russel crowe dan kate blanchet is yahud actres and actor gitu lllooch.
Sebenernya film ini semacam prekuel, karena Robin Hood yang selama ini kita tau ceritanya kan Robin Hood yang udah jadi buronan King John dan udah menghantui para bangsawan kaya dan tukang-tukang pajak dimana-mana.
Kalo robin hood nya russel Crowe ini adalah di masa King Richard berlanjut ke King John dan masih jadi tentara perang salib Inggris. Cerita yang ini seperti menitik beratkan bahwa Robin Hood lah yang menggerakkan persatuan di kalangan kesatria-kesatria dan raja-raja di inggris agar bersatu sehingga bisa menghadapi pasukan raja philips dari Prancis. Kalo Robin Hood yang versi Kevin Costner gimana ya? Lupa... :p
Mungkin beberapa orang yang beranggapan akan menonton film kolosal yang full action agak merasa sedikit kecewa, karena film ini kebanyakan adegan dramanya. Mungkin karena ingin menitipkan pesan persatuan di ceritanya jadi harus memperbanyak dramanya, jadi ya gak bisa full action juga ^_^
oiya,si teman bilang dia punya satu kalimat yang dia suka . Yaitu bagian dialog yang ini >>> “raja yang selalu menuntut kesetiaan tetapi tanpa memberikan penawaran apa2” atau kalimat semacam itu lah. Dia bilang dia merasa “de javu” ^_^. Padahal saya juga hehehe.
Ketika melihat king john, sepanjang film saya mikir, ini aktor pernah lihat dimana ya. Familiar bgt gitu. hampir setengah film mikirin dia terus akhirnya baru inget dia juga main di Film Agora sebagai Orestes. Namanya Oscar Isaac. Udah pernah bikin review agora belum ya?? Ngg..belum ternyata. Akan saya bikin ah kapan2
Orestes
King John
Oiya, temen saya juga dapat tiket ke Bali. Bener-bener niat kan tuh simpati. Sayangnya gak bisa di todong,katanya cuma satu T_T
Oya, tadi juga nonton The Ghost Writter. awalnya sih tadi mau nyari The Lovely Bones, tapi taunya dibioskop yang saya datangi ini tidak ada film itu.
Gak mau spoiler nih sekarang. jadi cuma cerita kesan dan pesannya aja. Saya suka sekali film beginian. Eh ternyata sutradaranya Roman Polansky,apalagi yang bisa diragukan dengan film2 dia ini. Walopun saya taunya cuma film yang belakangan2 aja,seperti The pianist dan Oliver Twist. tapi dua2nya emang yahud....betul tidak??!! ^_^ Unggulannya memang bukan Efek2 komputer tingkat tinggi, tapi tentu saja pada dialognya yang kuat. Dan untuk film ghost ini,komedi2 cerdas juga diselipkan diantar dialog2 itu. apalagi coba yang kurang. bintangnya eh ..siapa ya... *mikir* hmmm Pierce Brosnan dan Ewan McGregor. Yah...bintang gak terlalu penting kalo filmnya memang oke kan (bukan fans pierce siiy) dan McGregor ya boleh lah.

Hari ini pulang ke rumah nenek. sepertinya nenek kangen banget. dia berseri2 mukanya pas saya datang,ngobrolnya jadi lama.
saya jadi terharu.... I love u nenek

Ini lagi nonton di tivi “ikan terbang”, udah keberapa kalinya nih ya nonton...sering bangeeet tipi muternya.
Pertama nonton curse ini bioskop dibandung, pertama kali nonton ini sudah merasa “wwwooow” dengan filmnya. Sutradaranya niat banget daaah. Filmnya detail banget,terutama kostumnya. Daaan intrik mencengangkan dengan akhir yang tragis itu tentu saja jadi daya tariknya. Cerita padat membuat kita tak punya waktu untuk ngantuk walopun kadang-kadang alurnya lambat tapi kita akan menikmati keindahan gambarnya.
Satu hal yang bikin penasaran, saking butanya dengan sejarah cina (kecuali beberapa sisi dari kisah tiga kerajaan) saya penasaran dengan apakah ini diangkat dari kisah nyata (beeuh mungkin saya kelihatan bodoh banget dengan pertanyaan ini), karena kalo ini kisah nyata mungkinkah ada kejadian setragis ini di dunia... *jadimelowgini
Atau apakah ini fiksi? Kalo iya betapa cerdasnya yang buat karena ini menurut saya cerita yang menakjubkan... (ini ceritanya di dinasti apa ya?).
Bener2 saya penasaran ini kisah nyata atau tidak, sampai2 ditulis di status fesbuk untuk mencari infonya. Sampai tulisan ini ditulis diketik belum ada yang balas pertanyaan itu kecuali komen2 ngaco.. :p
Kekurangan filmnya saya rasa terlalu banyak yang “menonjol” disini...hihiiihihi, ya tapi gpapa lah...
Memang sihh film ini bagus banget, tapi pliss deh stasiun tipi, udahan donk nge-rerunnya..keseringan...















